Beberapa hari yang lalu, ada rame-rame soal website #indonesiaunite yang di deface oleh badkiddies. Tentu saja para penggiat Indonesia Unite, yang setidaknya aktif di web itu pada kebakaran jenggot. Kok bisa-bisanya website perjuangan di deface. Oleh bangsa sendiri lagi. Kira-kira gitu kali ya yang ada di pikiran para penggiatnya.
Dan kebetulan, waktu itu, twitter nya Pandji di take over oleh seseorang. Tambah ngamuk-ngamuk lah para penggiat itu. Mengingat Pandji adalah salah satu ikon mereka.
Orang bijak bilang, hati boleh panas tapi kepala mesti tetep dingin ada benarnya juga. Dalam kasus kemarin, mungkin beberapa teman-teman disana agak kurang dingin kepalanya. Kebawa hati yang panas mungkin, sehingga boleh dibilang malah membuat kasus nya ndak karu-karuan, dan kalau boleh saya bilang, beberapa cukup menggelikan.
Mulai ada yang salah sangka kalau Masdapit adalah badkiddies sampai, ada yang berpendapat kalau itu kerjaan nya salah satu twitter user group yang iri karena kalah tenar. Oh my… Where’s their common sense?
Lesson learnt: dinginkan kepala sebelum melakukan sesuatu, terutama kalau kita adalah orang yang cukup didengar orang lain. Common sense first kawan!
Beberapa waktu yang lalu, saya bertanya lewat twitter nya Zam soal apa itu web usability. Saya tanya karena definisi dan penafsiran web usability itu memang agak simpang siur, dan kebetulan Zam membuka konsultasi lewat twitternya
Dan kurang lebih beginilah jawaban Zam, salah seorang developer web sekaligus CSS ninja
Continue reading →
ngaturaken sugeng riyadi, nyuwun agunging pangaksami sedaya rempu lan remuk ing solah bawa kawula. mugi Allah tansah hamayungi kita sedaya.
Gak kerasa ya? Lebaran sebentar lagi. Sudah pada bayar zakat belum? Selain zakat fitrah, ada juga zakat mal.
Kali ini, saya pengen ngomongin soal zakat fitrah. Zakat yang biasa kita bayar dengan bahan pokok — umumnya beras –
Sudah lima tahunan, saya membayarkan zakat fitrah saya langsung kepada yang saya anggap membutuhkan, dengan wujud uang tunai. Bukan bahan pokok seperti layaknya orang-orang. Saya punya alasan sendiri kenapa saya memilih jalan itu.
Begini, pernahkah sampeyan berkunjung ke pedagang bahan pokok pada masa-masa hari raya? Saya pernah. Disana saya temui banyak penerima zakat yang menjual lagi beras yang diterimanya karena mempunyai kebutuhan lain yang lebih mendesak disamping bahan pokok. Selain itu, stok bahan pokok mereka di saat itu, bisa dibilang cukup melimpah.
Bukankah mubadzir, kalau bahan pokok itu akhirnya harus dijual kembali dengan harga yang tentunya lebih rendah dari harga jual si pedagang. Katakanlah harga jual 2,5 Kg beras (satu paket zakat) adalah 15 ribu, mungkin hanya bisa dijual kembali seharga 10 sampai 12 ribu.
Jadi, saya akhirnya memberanikan diri untuk mengambil kesimpulan kalau zakat dengan bentuk uang tunai jauh lebih bermanfaat bagi si penerima. Dan saya melakukan apa yang menurut saya baik dan bermanfaat. Soal kenapa mesti langsung? Tidak melalui masjid atau lembaga-lembaga zakat, saya cuma khawatir kalau zakat saya dibelikan beras sama panitianya.
Posted in Opini
|
Tagged zakat fitrah
|
Belakangan ini heboh diberitakan kalau Pemerintah memajukan hari raya Idul Fitri menjadi tanggal 20. Ada juga ormas yang sudah haqul yakin kalau lebaran jatuh tanggal 20 juga, berdasar hasil perhitungan ahli hisab mereka. Meskipun ada juga yang bersikap hati-hati dengan menunggu hasil ru’yat sebelum mengumumkan kapan hari raya lebaran akan dilaksanakan.
Nha, menurut bapak saya dan beberapa tetua di kampung saya, kemungkinan besar memang lebaran jatuh pada tanggal 20, melihat posisi bulan yang lebih tua dari seharusnya. — Misal: bulan tanggal 14 lebih terlihat bulat daripada bulan tanggal 15 — , alias kemungkinan, 1 Ramadhan kemarin seharusnya lebih cepat satu hari.
Terlepas dari berbagai kontroversi kapan puasa dan kapan lebaran, saya pribadi menganut pada putusan pemerintah. Yang tentunya banyak mempunyai staff ahli buat menentukan kapan puasa kapan lebaran. Disamping itu, toh pemerintah dalam hal ini departemen agama selalu mengadakan sidang isbat yang melibatkan banyak ormas keagamaan sebelum memutuskan kapan puasa kapan lebaran.
Kalau sampeyan?
Siang tadi, lewat YM saya ditanya. Apa saya kenal dengan Ketua nya @jogtug, dan saya pun bingung mesti menjawab bagaimana. Lha wong @jogtug itu lebih seperti jaringan, tidak seperti komunitas pada umumnya yang mempunyai so called “Dark Lord” yang mengampu, mengatur dan mesti menyetujui semuanya. Alhasil, saya jawab saja, silahkan kontak melalui web nya. Dan tampaknya jawaban saya kurang memuaskan beliaunya, karena tidak dapat menemukan orang yang tepat
Fenomena “Dark Lord” ini sudah seringkali saya temui di berbagai komunitas. Baik itu komunitas so-called hacker, blogger, pecinta motor, dll dll. Umumnya, founder, early adopters, atau orang yang banyak menguntungkan komunitas itu lah yang nantinya muncul menjadi figur “Dark Lord” yang memegang semuanya.
Jadi, saya kira wajar kalau sampai ada orang yang berpandangan kalau komunitas itu mesti ada yang “megang”, termasuk orang yang bertanya pada saya tadi siang, yang tampaknya mau ada urusan penting sama
Posted in Stories
|
Tagged jogtug, komunitas, orang penting
|
Old WordPress versions under attack, please update and keep wordpress secure — oke, buat sampeyan-sampeyan yang punya instalasi WordPress terbilang udzur, disarankan untuk update sekarang juga.
Kadang, sesuatu yang terbaik, termahal, ataupun terbaru, bukanlah yang ternyaman. Ini terbukti pada saya dan kaos kumal saya.
Entah kenapa, kaos pemberian temen baik saya, Mas Wanto juragan Warnet Gaston bertahun-tahun yang lalu ini adalah pakaian yang saya rasa paling nyaman dipake, diantara baju-baju atau kaos saya yang lain. Padahal bentuknya sudah acakadut ndak karu-karuan. Kaos bergambar penari bali itu sudah ndak jelas sablonannya, kain nya pun sudah bisa dibilang lapuk, dengan sedikit sobek disana-sini. Tapi yaqin, pakek Q, kaos ini nyaman banget dipake. Mengalahkan, katakanlah baju baru dari poliester misalnya.
Bagaimana dengan sampeyan-sampeyan? Pernah merasakan hal yang sama?
Posted in My Life
|
Tagged kaos, nyaman
|
EH, blog saya kok pada ilang ya postingannya? Kena Hack? Lupa bayar? Ah, enggak kok, cuma mencari suasana baru saja. Blog lama saya saya arsipkan saja. Karena menurut saya terlalu rusuh, atau mungkin bisa dibilang terlalu kekanakan
Getting old before my time? Maybe…
Posted in My Life
|
Tagged bocahmiring
|
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!