Menyoal RUU TIPITI

Pagi ini, beberapa teman saya diramekan oleh berita yang bisa dibilang agak lama beredar, namun belum juga saya ngeh untuk mmembicarakannya. Berita itu adalah soal RUU TIPITI atau tindak pidana TI (teknologi informasi).

Menurut beberapa “geek” dalam hal sekuriti online yang kebetulan mau jadi teman saya, pasal pasal dalam RUU itu banyak yang ndak masuk akal. Salah satunya adalah ancaman hukuman mati yang ada di Pasal 9.

Pasal 9
Kejahatan terhadap nyawa dan keselamatan negara

Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memanfaatkan Teknologi Informasi dengan maksud untuk menghilangkan nyawa, harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran obyek-obyek vital dan strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas umum atau fasilitas internasional, usaha menggulingkan pemerintahan yang sah, atau membahayakan keamanan negara atau untuk memisahkan sebagian dari wilayah negara atau sebagai bagian dari kegiatan teror kepada orang atau negara lain, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara, paling singkat 10 (sepuluh) tahun dan paling lama 20 (duapuluh) tahun .

Nah lho. Sumir khan? Ada juga di RUU itu bahwa memalsukan IP address atau identitas di dunia maya terancam dengan hukuman dan denda yang ndak kalah fantastisnya. UU ITE? lewaaat! :mrgreen:

Terus apa yang bisa kita lakukan sebagai penggiat dunia internet. baik itu blogger, podcaster atau apalah? Ya sementara cuma bisa mengawal bagaamana kelanjutan penggodokan RUU TIPITI ini. Makin beres, atau makin ancurrr :mrgreen:

Saya cuma bisa menghimbau, agar kita, para pengguna internet selalu memperhatikan segal hal perkembangan peraturan negara yang berkaitan dengan dunia internet. Sebab kalau bukan kita, siapa lagi?

Sebagai bahan saja, ini saya ada draft RUU TIPITI dan tinjauan akademiknya. Silahkan di download dan dipelajari. Mungkin kita bisa berdiskusi lebih jauh.

Posted in Stories | Tagged , | 2 Comments

Marhaban Ya Natalan

Cari sensasi? Mungkin… Desperate looking for a fame? Gak tau juga. Tapi yang jelas ini tulus. :)

Yak, saya ucapkan selamat natal buat sodara-sodara sekalian yang merayakan. Semoga makin damai di hati, dan makin damai juga bumi ini.

Sementara banyak umat muslim dan sebagian ulama mengharamkan ucapan ini. Tidak demikian bagi saya. Mungkin penafsiran lakum dinukum waliyadin bagi saya sedikit berbeda dari mereka. Dan atas nama tenggang rasa, saya beranikan berpendapat demikian. Bukankah selain hablum minallah kita juga ada hablum minannaas? Apakah yang beda agama itu bukan naas?

Tentu beda ceritanya kalau saya ikut peribadatannya. Ikut misa natal misalnya. Itu sudah tidak dapat dibenarkan bagi saya. Tapi kalau cuma ngucapken selamat, ikutan hepi-hepi, makan-makan, apa salah?

Soal judul, oh well, saya berpikir kalau asik wae pake judul itu. Ndak lebih :D

Posted in My Life, Opini | Tagged , , | 6 Comments

Hidup Tanpa Uang

Mark BoyleBisa ndak kita hidup tanpa uang? Saya sendiri masih sangat meragukannya. Tapi Mark Boyle (30) telah membuktikan bahwa dia bisa hidup tanpa mengeluarkan uang sepeserpun selama setahun.

Mister Boyle ini bukanlah orang nekat. Juga bukan orang yang ndak paham soal ekonomi. Pria kelahiran Irlandia ini adalah seorang sarjana ekonomi.

Untuk hidup tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Mister satu ini mendaur ulang semua yang mungkin. Menanam bahan pangan sendiri di rumahnya. Telpon nya hanya untuk menerima panggilan saja. Semua tenaga listrik yang dia butuhkan, berasal dari tenaga surya. Dia mendapatkan pakaian-pakaian bekas dari kelompok pendaur ulang, dan menggunakan koneksi internet gratis yang tersedia di lingkungan sekitarnya.

Memang, Mister Boyle tidaklah benar-benar hidup tanpa uang. Toh dia juga masih butuh uang untuk beli laptop dan beberapa pembangkit listrik yang ia gunakan. Tapi toh dia sudah setahun hidup tanpa mengeluarkan uang. Mau meniru?

Baca selengkapnya di The Guardian

Posted in Stories | Tagged , , , | 8 Comments

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Rusuh! | 8 Comments

Bicara Soal Hak Cipta Tulisan

Pernah gak tulisan sampeyan dikopi, dan dipublish oleh orang lain? Kalau pernah apa yang sampeyan lakukan? Kebakaran jenggot dan ngamuk-ngamuk? Negur baik-baik, bikin tulisan sindiran atau diemin saja?

Tentunya, gaya tiap orang akan beda-beda. Tapi kalau menurut saya, sudah gak jaman ngamuk-ngamuk soal tulisan yang dikopi. Apalagi tulisan itu sifatnya tutorial yang kalau di share akan mencerdaskan kehidupan bangsa. Tambah kurang relevan untuk ngamuk-ngamuk.

Sampeyan pernah tahu Inul Daratista? Atau mungkin Kangen Band? Mereka terkenal karena bajakan. Pada masanya, mereka malah jauh lebih terkenal dari artis-artis yang selalu meributkan hak cipta. Jadi, anggap saja promosi gratis kalau tulisan sampeyan dikopi :mrgreen:

E tapi, bagaimana kalau yang ngopi itu tidak memberikan atribusi sepantasnya bagi kita, dalam hal ini penulis aslinya? Oh well, silahkan dicoba dikomunikasikan dahulu. Sebagai manusia, khilaf itu biasa :lol: . Kalau masih bandel doakan insap saja lah.

Saya sendiri tidak begitu masalah kalau ada yang mengkopi atau merepost tulisan saya. Walaupun sebenere saya lebih seneng kalau orang lain itu me-remix tulisan saya dengan gaya tersendiri, dan menjadi tulisan yang lebih baik. Istilahnya bangga lah. *emange ada yang mau?*

Oh iya, yang saya bilang di atas belum tentu cocok bagi sampeyan, bahkan bagi saya sendiri, dalam beberapa situasi. Tulisan yang nyeni seperti cerpen atau puisi misalnya. Akan lebih enak kalau diberi atribusi sepantasnya dan tidak diubah-ubah alias di-remix :lol:

Terakhir, komunikasikan dengan jelas bagaimana seharusnya memperlakukan tulisan kita, apakah bebas, berlisensi ketat atau yang lain. Kalau saya sendiri? Bisa dilihat di halaman persetujuan :)

Posted in Opini | Tagged , , | 8 Comments

Polri Gak Butuh Masyarakat, Katanya…

Polri ndak butuh masyarakat, katanya… Trus yang protes itu ndak tahu hukum. Katanya lagi…

polri-tidak-butuh

Nah lho… Sebenere saya pengen marah, tapi ndak ada gunane, pengen ndebat juga susah kalau kapasitas otaknya beda :mrgreen: — saya terlalu bodoh untuk mendebat Mas Evan Brimob itu. Saya khan cuma orang yang gak tahu hukum. Jadi saya serahkan saja lah pada yang pinter-pinter untuk menilainya. Tapi ya, saya cuma berharap, semoga saja memang itu hanya oknum. Semoga saja tidak di orientasikan demikian dalam pendidikan nya.

Oh iya, pagi ini rame banget buku tamu Polri yang mengutuk itu Mas Brimob. Kurang tahu lah bagaimana kelanjutannya.

Sumber: pengaduan di jogja.polri.go.id

Posted in Rusuh!, Stories | Tagged , , , , | 15 Comments

Kami Tahu, Kalau Kamu Orang Sukses

Pernah gak sampeyan nemui update status facebook, twitter atau mungkin jejaring sosial kontak sampeyan yang bunyinya kurang lebih begini:

senangnya hari ini dikasih kartu kredit platinum sama Bank XXX setelah mereka tahu saya dipercaya banyak klien besar

Atau mungkin

enaknya jadi nasabah prioritas, ndak usah antri kalau urusan sama bank

Atau kalau mungkin sampeyan beredar di komunitas yang lebih muda

aduh bingung ni mau pacaran sama siapa, si santi bodinya nggak nguatin, tapi si sinta lebih cantik dan putih

Mungkin, dari status status di atas mengungkapkan kejadian yang memang apa adanya. Dan juga mungkin status tadi membantu mengangkat personal brand sang pembuat status yang sedang membranding dirinya atau sangat butuh yang namanya itu personal brand.

Dengan gampang, orang bisa menyimpulkan kalau pemilik status adalah orang yang sukses, bisa dipercaya. Tapi coba dipikir baik baik. Sakit sodara-sodara! Bagi yang baca, dan kebetulan belum sesukses yang bikin status.

Gak salah sih menyakiti hati orang demi sebuah branding. Tapi apa ya pantes? Think before you type friend :)

Posted in Opini | Tagged , , | 12 Comments

Selamat Ulang Tahun bocahmiring.com

Hai. Gak kerasa sudah setahun blog saya memakai alamat bocahmiring.com. Setelah sebelumnya memakai berbagai macam platform dan domain. Mulai dari blogspot, multiply, hosting gratisan, wordpress.com dan akhirnya memutuskan untuk membeli domain dan memasang wordpress yang selfhost.

Banyak terima kasih buat Mas Dapit yang sudah dengan baik hati bersedia ngutangin saya domain, juga buat temen-temen yang dengan relanya singgah dan memberi komentar di blog yang sangat ndak mutu ini.

Pencapaian dalam setahun ngeblog di tempat yang bisa dibilang settle ini? Sepertinya tidak ada :mrgreen: . Demikian juga roadmap mau diapakan blog ini kedepannya. Personal branding? Atau menjadikan blog ini menjadi sesuatu? Belum kepikiran tuh. Pokoknya nulis apa yang saya seneng saja :)

Sekali lagi buat Mas Dapit, penyedia host saya, dan terutama buat temen-temen yang sudah bersabar meluangkan waktu di blog saya ini, matur tengkyuuu!

M. H.

Posted in Stories | Tagged , | 11 Comments

Apa Itu Blogger? Dan Pencarian Saya Berlanjut

Selamat hari blogger sodara-sodara. Meskipun sekian lama saya bingung akan arti daripada blogger atau narablog itu sendiri.

Di hari istimewa ini, Bung Pitra sebagai salah seorang blogger ngetop negeri ini, sekaligus kandidat manusia kursi Pesta Blogger 2010 :mrgreen: membuka sesi tanya jawab mengenai per bloggingan. Dan kesempatan ini saya gunakan untuk menanyakan pertanyaan saya yang sudah lama menggelayut di hati :lol:

Oke, kira kira begini yang saya tanyakan:

apa itu blogger? Apa ada syarat lain jadi blogger selain mempunyai blog? [link]

Dan beginilah jawaban beliau:

  1. blogger = yg menulis blog (di tumblr, blogspot, wordpress, dagdigdug, host sendiri) dlm format bertanggal n berkomentar. [link]
  2. perasaan gak ada syarat lain seseorang utk menjadi blogger kec dia punya alamat blog (yg harapannya tentu diupdate selalu). [link]

Dengan begitu, sepertinya saya mulai bisa memberanikan diri saya untuk bisa disebut blogger. Meskipun pada kenyataan sehari-harinya saya merasa agak kurang pantas disebut blogger. Dan mungkin menurut beberapa pihak memang begitu :)

Oh iya, sebagai bonus, –entah serius entah becanda entah sinis, saya kurang tahu, karena saya pribadi tidak begitu mengenal beliau– begini kata Mas Iman Brotoseno soal blogger:

Apakah saya seorang blogger? Saya lebih suka kalau dibilang blogger wannabe :)

Posted in My Life, Stories | Tagged , | 5 Comments

Selamat Berpesta

Selamat berpesta para blogger. Have a great time ya? Jangan berantem kaya tahun kemarin lagi.

Buat yang mayoritas, jangan pinggirkan yang minoritas. Pokoke jangan ngeksklusip.

Oh ya, maap kalau gak dateng buat yang ke tiga kalinya. Disamping karena belum berani disebut blogger, takut nanti kayak anak hilang disana, tahun ini juga lagi sepi order :mrgreen:

Posted in Stories | Tagged | 9 Comments