Marhaban Ya Natalan
Cari sensasi? Mungkin… Desperate looking for a fame? Gak tau juga. Tapi yang jelas ini tulus.
Yak, saya ucapkan selamat natal buat sodara-sodara sekalian yang merayakan. Semoga makin damai di hati, dan makin damai juga bumi ini.
Sementara banyak umat muslim dan sebagian ulama mengharamkan ucapan ini. Tidak demikian bagi saya. Mungkin penafsiran lakum dinukum waliyadin bagi saya sedikit berbeda dari mereka. Dan atas nama tenggang rasa, saya beranikan berpendapat demikian. Bukankah selain hablum minallah kita juga ada hablum minannaas? Apakah yang beda agama itu bukan naas?
Tentu beda ceritanya kalau saya ikut peribadatannya. Ikut misa natal misalnya. Itu sudah tidak dapat dibenarkan bagi saya. Tapi kalau cuma ngucapken selamat, ikutan hepi-hepi, makan-makan, apa salah?
Soal judul, oh well, saya berpikir kalau asik wae pake judul itu. Ndak lebih

