Marhaban Ya Natalan

Cari sensasi? Mungkin… Desperate looking for a fame? Gak tau juga. Tapi yang jelas ini tulus. :)

Yak, saya ucapkan selamat natal buat sodara-sodara sekalian yang merayakan. Semoga makin damai di hati, dan makin damai juga bumi ini.

Sementara banyak umat muslim dan sebagian ulama mengharamkan ucapan ini. Tidak demikian bagi saya. Mungkin penafsiran lakum dinukum waliyadin bagi saya sedikit berbeda dari mereka. Dan atas nama tenggang rasa, saya beranikan berpendapat demikian. Bukankah selain hablum minallah kita juga ada hablum minannaas? Apakah yang beda agama itu bukan naas?

Tentu beda ceritanya kalau saya ikut peribadatannya. Ikut misa natal misalnya. Itu sudah tidak dapat dibenarkan bagi saya. Tapi kalau cuma ngucapken selamat, ikutan hepi-hepi, makan-makan, apa salah?

Soal judul, oh well, saya berpikir kalau asik wae pake judul itu. Ndak lebih :D

Apa Ya?

Apa Ya?

Kok bingung mau nge blog saja. Mungkin karena energinya sudah habis soal perdebatan ucapan selamat natal bagi kaum kristen, yang dalam pandangan saya boleh, dan beberapa orang (yang menurut saya) ekstrimis ndak boleh.

Sebenere, saya ndak mau membela diri (setidaknya menurut dari beberapa orang mereka begitu) . Buang-buang energi saja! Saya menghormati pandangan mereka, dan tidak mengganggu gugat mereka. Hanya sebatas memaparkan pandangan saya. Tapi apa yang terjadi? Beberapa dari mereka malah bilang saya sesat (sampai disini saya masih ndak papa, wong sodara saya sendiri banyak yang ngolok-olok kalo saya sesat), bahkan menuduh saya MENYESATKAN UMAT. Lha itu saya yang ndak terima. Wong saya ndak ngajak ngajak kok, lagipula saya  memaparkan alasan yang menurut saya masuk akal, mereka ndak membalas saya dengan alasan yang menurut saya melegakan, malah menuduh saya sesat ples menyesatkan.

Apa benar saya menyesatkan? Wallahu A’lam Bishawab