Branding Oh Branding
Kentruk pernah bilang sama saya:
untung kamu ndak jadi dosen ya? bayangkan kalau memperkenalkan diri ke mahasiswa: blog saya bocahmiring.com, pasti mahasiswa nya syok
Ataupun Kang Hielmy:
Mas, kira kira kalau dalam percakapan resmi sampeyan memberikan alamat email pake domain bocahmiring.com, kliennya bakal #trololo nggak?
![]()
Baiklah, domain blog saya memang ndak brand-able (halah bahasane). Karena memang sejak awal saya ngeblog di domain ini buat santai santaian saja. Bukan buat portfolio, resume atau kepentingan kepentingan serius lainnya.
Jadi, nama domain yang enggak banget ini sama sekali tidak menjadi masalah. Yang jadi masalah, ketika saya ditanyai apa punya blog/website di lingkungan yang cenderung formal, mesti dijawab bagaimana yak?
Tar dulu lah, saya pikirkan nanti nanti
Takut Akan Hari Esok
Baiklah, ini adalah hari terakhir saya dalam keriaan. Besok mesti kembali lagi ke keseharian saya yang pahit itu. Asli, saya gak mau tidur, takut akan hari esok…
Belum pernah saya setakut ini sama hari esok. Entahlah, apakah saya sudah terlalu capek dengan kenyataan pahit atau ogah kehilangan kenyamanan saya sekarang? Mungkin keduanya…
Bye bye keriaan, bye bye kedamaian, bye bye kamu yang sudah bisa memberiku dua hal itu… endesuey endebrey $@*#&%?!
Tuhan, berilah saya kekuatan dan keberanian menyambut hari esok…
Me And Some Paperworks. Doh!
Belum berapa lama ini saya dikenalkan sama Andro dengan salah seorang teman baiknya seorang IT manager. Entah kesialan apa yang menimpa Bu Manajer itu sehingga bisa sampai kenal sama Si Andro. Out of luck for sure
Nah, singkat cerita Si Andro ini bilang kalau Ibu Menejer itu butuh orang IT untuk ditempatkan di Solo pertengahan tahun ini. Jadilah saya menemui si Ibu manajer malang (karena kenal Andro itu). Beberapa lama chit-chat geje, akhirnya dia bilang ya udah, kasih aja CV mu sama aku.
What? CV? Errr… That’s a nightmare for me. I don’t do paperworks for years
. Tapi Andro bilang, please gimme your best. Do that for me. oqelahkalaubeqgitu™ dan saya pun akhirnya membuat itu CV.
Sebelum dikirim, Andro meminta kopi draf nya ke saya. Dan seperti yang saya duga, Si Andro pun ngakak sejadi-jadinya setelah membaca CV yang saya buat. Disertai dengan komentar: Ini CV apa pendahuluan tesis? Dan saya pun garuk-garuk kepala. Err… Salah ya?
Si Andro yang sungguh kurang kerjaan itu memberikan beberapa contoh CV kepada saya. Dan saya makin blank! Akhirnya, saya putuskan akan mengirimnya seperti itu saja. Soal terlihat lucu belakangan. Yang penting saya sudah do my best buat nggak ngecewain orang yang sudah punya niat baik menambah pendapatan saya yang cuma lima koma ini. –lima koma, bukan lima juta ples ples, tapi tanggal lima sudah koma
Buat Bu Menejer, sial amat hidup ente? Sudahnya kenal Andro, Kenal saya pula.
Thanks (Lagi) Mas Adhit
Hehee… Dapet kiriman CD dari Mas Adhit ni ceritanya
No no no no. I wont make you envy. Ini juga dapet kiriman karena status saya yang fakir bandwidth sejak K800 yang sekaligus modem saya meninggal dengan santainya, jadi keadaan saya ndak memungkinkan buat download lagu-lagu nya.
Di album kedua ini, lagu-lagunya lebih sareh. Less anger, kira-kira gitu lah menurut saya. Apa mungkin faktor usia juga Mas?
Track favorit saya mungkin After The Rain, The Stalker sama Bandaged. Not sure, perlu banyak dengarken lagi keliatane.
Nah, buat sampeyan-sampeyan yang mau download, silahkan saja langsung ke blog nya Mas Adhit di http://adhitiasofyan.wordpress.com . Dan dengar-dengar dari saudara beliau, selain bisa di download gratis di blognya, dalam waktu dekat ini akan dirilis juga CD dengan lagu-lagu yang sudah “distudiokan”
Well, thanks dan congrats yo Mas!
Marhaban Ya Natalan
Cari sensasi? Mungkin… Desperate looking for a fame? Gak tau juga. Tapi yang jelas ini tulus.
Yak, saya ucapkan selamat natal buat sodara-sodara sekalian yang merayakan. Semoga makin damai di hati, dan makin damai juga bumi ini.
Sementara banyak umat muslim dan sebagian ulama mengharamkan ucapan ini. Tidak demikian bagi saya. Mungkin penafsiran lakum dinukum waliyadin bagi saya sedikit berbeda dari mereka. Dan atas nama tenggang rasa, saya beranikan berpendapat demikian. Bukankah selain hablum minallah kita juga ada hablum minannaas? Apakah yang beda agama itu bukan naas?
Tentu beda ceritanya kalau saya ikut peribadatannya. Ikut misa natal misalnya. Itu sudah tidak dapat dibenarkan bagi saya. Tapi kalau cuma ngucapken selamat, ikutan hepi-hepi, makan-makan, apa salah?
Soal judul, oh well, saya berpikir kalau asik wae pake judul itu. Ndak lebih
Apa Itu Blogger? Dan Pencarian Saya Berlanjut
Selamat hari blogger sodara-sodara. Meskipun sekian lama saya bingung akan arti daripada blogger atau narablog itu sendiri.
Di hari istimewa ini, Bung Pitra sebagai salah seorang blogger ngetop negeri ini, sekaligus kandidat manusia kursi Pesta Blogger 2010
membuka sesi tanya jawab mengenai per bloggingan. Dan kesempatan ini saya gunakan untuk menanyakan pertanyaan saya yang sudah lama menggelayut di hati
Oke, kira kira begini yang saya tanyakan:
apa itu blogger? Apa ada syarat lain jadi blogger selain mempunyai blog? [link]
Dan beginilah jawaban beliau:
- blogger = yg menulis blog (di tumblr, blogspot, wordpress, dagdigdug, host sendiri) dlm format bertanggal n berkomentar. [link]
- perasaan gak ada syarat lain seseorang utk menjadi blogger kec dia punya alamat blog (yg harapannya tentu diupdate selalu). [link]
Dengan begitu, sepertinya saya mulai bisa memberanikan diri saya untuk bisa disebut blogger. Meskipun pada kenyataan sehari-harinya saya merasa agak kurang pantas disebut blogger. Dan mungkin menurut beberapa pihak memang begitu
Oh iya, sebagai bonus, –entah serius entah becanda entah sinis, saya kurang tahu, karena saya pribadi tidak begitu mengenal beliau– begini kata Mas Iman Brotoseno soal blogger: …
Apakah saya seorang blogger? Saya lebih suka kalau dibilang blogger wannabe
Kaos Kumal Yang Nyaman
Kadang, sesuatu yang terbaik, termahal, ataupun terbaru, bukanlah yang ternyaman. Ini terbukti pada saya dan kaos kumal saya.
Entah kenapa, kaos pemberian temen baik saya, Mas Wanto juragan Warnet Gaston bertahun-tahun yang lalu ini adalah pakaian yang saya rasa paling nyaman dipake, diantara baju-baju atau kaos saya yang lain. Padahal bentuknya sudah acakadut ndak karu-karuan. Kaos bergambar penari bali itu sudah ndak jelas sablonannya, kain nya pun sudah bisa dibilang lapuk, dengan sedikit sobek disana-sini. Tapi yaqin, pakek Q, kaos ini nyaman banget dipake. Mengalahkan, katakanlah baju baru dari poliester misalnya.
Bagaimana dengan sampeyan-sampeyan? Pernah merasakan hal yang sama?
What Happen, Ada Apa?
EH, blog saya kok pada ilang ya postingannya? Kena Hack? Lupa bayar? Ah, enggak kok, cuma mencari suasana baru saja. Blog lama saya saya arsipkan saja. Karena menurut saya terlalu rusuh, atau mungkin bisa dibilang terlalu kekanakan
Getting old before my time? Maybe…
To Err Is Human, To Forgive Divine
To err is human, to forgive divine.
Yang terjemahan ngawurnya kurang lebih begini: adalah manusiawi berbuat kesalahan, tapi diperlukan hal yang luar biasa untuk bisa memaafkan.
Terjemahan ngawur saya tadi munkin kurang tepat dalam mengartikan divine. Divine itu sendiri bisa diartikan sebagai sifat Tuhan yang Maha Memaafkan.
Lho, kok jadi main idiom Inggris begini? Mungkin karena saya ndak bisa memikirkan pembukaan tulisan yang ciamik
Baiklah, bertahun-tahun saya pakek pegangan itu, memaklumi dan memaafkan “err” teman-teman saya, orang-orang di sekitar saya. Perasaan saya? Lega banget, I’ve divine!
. Tapi ternyata, pegangan saya itu membuat teman-teman saya, orang-orang sekitar saya, egois sama saya. Selalu menuntut, meminta, dan gak pernah berkaca.
Ambil contoh begini. Seorang teman datang pada saya, mengeluh kalau dia berbuat kesalahan, dan meminta bantuan saya buat sama-sama memperbaiki keadaan. Well, to err is human, and since he/she is my friend, I just can say, ok, lets fix it. Dan setelah beberapa lama gantian saya yang berbuat kesalahan, giliran saya meminta bantuan pada teman, dan jawabannya? That’s your probs dude, you’re the one who made mistake, that’s not my problem. Who the hell are you? — well, forgive = divine
Skema tadi kadang berjalan berulang-ulang, dan sadly, kadang dilakukan oleh oknnum yang sama. WTF! Tidak kah mereka mau berkaca sebentar? Atau justeru memanfaatkan prinsip yang saya percayai? Entahlah, hanya mereka yang tahu.
Saya gak ikhlas dong nolong teman? Memang,saya tidak ikhlas. Saya menolong teman dengan harapan bakal mendapat sedikit bantuan saat saya kesulitan. Ikhlas itu berat kawan!
Begitu Banyak Cerita, Sedikit Yang Bisa Diceritakan
Wah, lama juga ya gak melakukan vandalisme di blog ini. Mungkin sudah hampir sebulan-an. Trus, ngapain wae?
Saya juga bingung ngapain wae selama ini. Yang jelas, kayak judul blog ini. Banyak cerita, tapi sedikit yang bisa diceritakan.
Kenapa cuma dikit yang bisa diceritakan? Well, saya kurang sreg saja menceritakan hal yang bikin gak enak ati, atau over hepi hingga bikin ngiri yang baca.
Jangan salah sangka dulu, yang saya alami akhir-akhir ini, gak ada yang bikin ngiri kok. Mbikin susah semua malah. Makanya, gak saya ceritakan

