Hormatilah orang yang berpuasa.
Hormatilah bulan puasa.
Dua kata-kata itu mungkin sudah sering sampeyan lihat. Atau sampeyan temui di jalan jalan. Dan saya ndak akan mengulangi himbauan itu di blog saya ini.
Saya pengen menghimbau sampeyan hal yang agak sedikit berbeda. Hormatilah orang yang tidak berpuasa
Terutama bagi sampeyan-sampeyan yang berpendapat agak keras, mari kita kaji sama-sama; Salah satu esensi puasa adalah menahan hawa nafsu, menahan amarah yang timbul dalam diri. Kurang lebih begitu ya? Oleh sebab itu, jangan kotori puasa sampeyan dengan memandang sinis, apalagi nempelengi orang-orang yang tidak berpuasa, merusak warung-warung, atau tempat hiburan yang buka pada saat puasa, dan berpatroli ke tempat-tempat tongkrongan anak muda, dan membentak mereka untuk bertarawih.
Tidak, tidak, saya tidak melarang sampeyan buat berdakwah di bulan puasa, saya juga bukan setan yang memlintir hal-hal yang tidak benar menjadi benar dan sebaliknya. Saya juga Insya Allah berpuasa.
Saya hanya mengingatkan bahwa hal-hal yang demikian disamping mengotori puasa kita, juga malah menjadikan blunder, membuat sesuatu yang kita maksudkan sebagai dakwah malah berdampak negatif, membuat umat beragama lain tidak simpatik, dan kemungkinan membuat saudara-saudara seiman menjadi murtad. Kalau orang itu jadi murtad, sampeyan mau tanggung jawab?
Jadi buat saudara-saudara saya yang berpuasa, hormatilah saudara kita yang tidak berpuasa, seperti kita menuntut saudara-saudara kita yang tidak berpuasa untuk menghormati kita.
Marhaban Ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya…

Wah kayak satpol pp jadinya
betul tuh.. selama ini yang kita dengar dan lihat hanya sikap “diskriminasi” terhadap orang2 yang tidak berpuasa.. tentunya mereka punya alasan sendiri2, yang tentunya tidak etis kalau di omongin ke semua orang.. ya.. kita kan dah dewasa, tau sendiril
setubuh!!
Tapi nek selama bulan ramadhan sarkem, gang dholi, dll dirazia g oleh bukak ak setuju
he2 .. pikirane bedo ..
@thepenks
Thanks, komentar yang pakek argumentasi gini yang saya tunggu
@omyn
saya kok ndak maksud dengan komentar sampeyan. namanya pikiran tiap orang ya mesti beda
saya mah idem sama mas bocah
sek penting istiqomah
sepakat mas miring…
@bernadsatriani
POL PP masih sedikit punya belas kasihan, lain dengan “kelompok tiga huruf”
yang ngobrak abrik warung orang
marai ngguyu, tapi bener kok. harus saling menghormati
Yg panas yg panas
Yg haus yg haus
Mijon mijon aqua aqua
Es degan es degan
Kolak kolak
pesen susune yo mbak !
kita jangan manja lah, metang-mentang puasa terus suruh warung-warung pada tutup, suruh orang yang gak puasa jangan makan di depan kita. kalo gitu toleransinya mana? setuju deh sama mas hamid
mari kita jabarkan plus (+) dan minus (-) dari pernyataan diatas :
(+)
1. Warung atau toko yang buka saat puasa bukan halangan besar jika yg berpuasa sudah ada niat untuk menjalankannya.
2. Yang namanya manusia tidak pernah lepas dari yang namanya “uang”, tidak bisa dipungkiri kl semua orang butuh uang, jadi kenapa kita harus merusak mata pencaharian mereka???
(-)
1. Mungkin pertimbangannya jika warung atau toko buka saat bulan puasa adalah pembeli atau orang yang tidak berpuasa akan “ngiming-imingi” org yg berpuasa, apalagi sampe memaksa mereka yg berpuasa utk ikut.
2. Akan jd pemandangan yg buruk jika ada suatu kemeriahan (makan2 atau minum2) pada saat bulan puasa.
mungkin msh bnyk yg kurang atau mungkin ada yang salah dari pendapat saya diatas..
kl ada kata yg salah saya minta maaf… d(^_^)
vianhelsing sekarang rajin jalan-jalan di blog orang
Vianhelsing beralih dari mig ke blog
Wakakaka
lg iseng wae kok…
ra ono gawean jee…
pegel mijeti hape trs…
apakah itu????
siapa yang diatas2 gwe tuh ya…akut ahh
Sepakat,.