sehabis jumatan ini, saya disambati mas kaboel soal linux. bukan karena ruwetnya, ndak familiarnya ato apanya… tapi soal distribusinya…
nha, beberapa hari yang lalu, saya sempet ditanyai. bagaimana caranya dapat opensuse 11 yang baru itu… nhaaa. saya sendiri belum punya karena ndak punya pc ato leptop wintel… sedangkan koneksi inet saya mbambet…
setelah saya tanya tanya, akhirnya pencerahan datang juga dari khan. dia bilang, kopi saja ke ugos ugm. dan selanjutnya pun saya teruskan informasinya ke mas kaboel.
pagi tadi mas kaboel datang beneran ke PPTIK (ugos). dan bilang kalo mau kopi distro opensuse 11. diluar dugaan dia ditanyai KTM UGM. Tentu saja dia ndak punya, wong bukan mahasiswa lagi. bukan alumni UGM pula.
setelah soal KTM yang tidak dipunyai itu… pihak ugos dengan singkat tepat jelas dan padat bilang gini: MAAF, HANYA UNTUK MAHASISWA UGM
saya yang ndak ngalami saja gondok mendengar kata-kata itu. mbok iyao, mother yes, dengan bahasa yang lebih enak, ato kalo birokrasinya seperti itu, disarankan untuk meminjam nama mahasiswa ugm -adik mas kaboel pun mahasiswa ugm sebenernya-. atau dengan cara membayar biaya administrasi sekedarnya untuk mengganti ongkos keausan DVD burner nya, seperti yang dilakukan juragan kambing UI. bukan dengan cara seperti itu…
percuma, para penggiat linux menggemborkan open source, yang sipatnya terbuka, kalo salah satu institusi penggiatnya sendiri bersifat closed source… katanya mendukung open source? manaaaa… manaaaa… bagaimana mau memasyarakat si linux itu, kalo penggiatnya malah meng eksklusipkan si linux itu…
ps:
mas kaboel, anda ndak boleh ngopi mungkin karena malu, ketauan sampeyan kalo mereka yang berkoar jadi penggiat open source malah memakai win**** di kantornya. jadi kalo sentimen sama sampeyan ya harap maklum
i’m also a mac user, but i hate arrogant mac user. nha, apalagi ARROGANT OPEN SOURCE USER ACTIVIST

komunitas yg kaya gt ga bisa berkembang..
Tnang msh ada jalan menuju roma..
wek wek wek. memang itu rung tau dibekekeng massa open source kok… ternyata niatan open source mereka hanya latah… ato buat ngirit anggaran saja ya?
wah wah, knp ndak lapur ma dedengkot Open source ajah…nanti saya blow up deh klo mag kejadiannya begitu. sai sbg pengguna linux turut bersedih
turut berduka cita…
@newbie
btw, nyari opensuse dimana ya? linux grup pada ngumpul dimana toh?
dedengkotnya siapa yah
emang sempak tuh…!!!
Wah. Dapet dukungan dari doyoxneraka!
doyox angkat bicara lek. .
.Denger2 dah donlot sendiri ya?
Kami sebagai tim ugos meminta maaf atas kejadian atau kesalah pahaman ini.
Selama ini, jika rekan2 yang ingin mengkopi repo atau iso, ataupun burning dvd repo, tidak pernah kami tanyakan dari mana asal mereka, bahkan minta menunjukkan KTM.
biasanya temen2 yang pengen burning selalu kontak kami via ym yang bisa di lihat di situsny ugos.
Kantor kami terletak di lantai 2 PPTIK UGM, jika ingin informasi lebih lanjut bisa mampir mas.
“klo bakarin DVD mohon maaf dulu, klo mau copy ISO ke hardisk eksternal silahkan..” ini yang bisa kami tanggapi,
karena UGOS sesuai dengan kepanjangannya UGM Goes Open Source, memprioritaskan pelayanannya hanya untuk UGM baik karyawan maupun mahasiswa. Untuk diluar UGM UGOS tidak memprioritaskan, karena jika di luar UGM di layani, bisa jadi threat yg tinggi bagi UGOS untuk melayani jasa pemburningan (jangka panjangnya bisa satu Jogja minta layanan ini). Dan perlu diingat UGOS tidak pernah meminta uang insentif untuk jasa pemburningan. Dan alangkah baiknya sebuah posting berasal dari sumber orangnya, dan bukan “katanya” karena bisa menimbulkan perspektif yang tidak baik.
hmm..
terlalu berlebihan.
kejadiannya tidak seperti itu.
kemaren memang pernah datang orang kekantor meminta iso opensuse11. Kemudian meminta dibakarin iso opensuse
perlu diingat, Secara official ugos tidak pernah melayani burning cd/dvd untuk warga luar ugm. sementara untuk membakar iso untuk warga ugm sendiri pun, sifatnya sendiri masih sesempatnya. (kalo gak sibuk)
namun untuk kopi iso/repo ke hardisk sebanyak apapun sebenarnya akan dilayani (bukan burning lo ya). nah kebetulan pada saat itu beliau tidak membawa hardisk.
Akhirnya disarankan donlot aja, ato bisa minta kopi nya diluar jam kerja waktu kpli meeting (jemuah) di kptu teknik.
perlu ditegaskan layanan UGOS hanya untuk warga ugm dan itu sifatnya resmi karena bagian dari program kerja ugm. UGOS bukan komunitas, tapi program yang di jalankan pekerja IT.
perkara sosialisasi linux diluar ugos, itu urusannya ya di luar kerja juga (misal kopi darat:jemuah)
semoga menjadi jelas. hanya miskomunikasi saja soalnya.
*kalo gak salah terakhir beliau sudah donlot isonya dari reponya ugos tuh (mohon koreksi apabila salah). dpt 400kbps katanya
, dari uii lewat inherent.
oh syukurlah klo cm salah paham …
wah…ada apa ini…debat forum. Mas OSE_UGM kok urlnya repo.ugm.com piye too kang mas..
alhamdulilah. yang dunlud saya buat dia juga
soal katanya, saya yakin itu valid wong sifatnya curhat. nha masalahnya bagi penggiat oss, bagaimana supaya aksesibilitas oss ini ditingkatkan. supaya lebih muanteb dan terjangkau bagi semua peminatnya!
@ugos
kapan ini menggiatkan oss bukan hanya untuk ugm, seperti kambing ui yang juga menyediakan juragan kambing… lha kecepatan internet umumnya dapet 64 KBps saja bisa dibilang beruntung. kalo dunlud bergiga giga bisa
jual celana buat bayar ongkos internettidur di internetan…saya harap, layanan UGOS untuk umum juga segera dipersiapkan…
wha ini empunya hajat datang. betewe, saya dunlud dari cbn, foss-id dan beberapa mega dari ugos juga. bagaimanapun, iso itu juga sebagian dunlud dari ugos lho mas…
sekarang kita berharap saja, ugos mengikuti jejak juragan kambing. saya masih penasaran dg linux mint dan repo reponya. kalo dunlud ya… pikir-pikir dulu lah
sep..udah selesai khan…
Sekarang waktunya saya numpang tenar
haaa…. saya juga pernah donlot :p
ngono toh
Pancen UGM itu universitas gede mbanget, sajake nganti ra ngerti ana profesor (?) di tampik jaluk linux. Pun lah pakde, tumbas mawon teng gudang linux, paling 50 ewu-an, pada hr uwang rapat.