Membaca blognya Afit, soal kenaikan bbm dan demo-demoan, saya jadi berpikir, apakah saya termasuk orang yang old fashion, status quo ato sejenisnya lah pokoknya…
Tapi yang jelas, setelah membaca blognya afit saya jadi merasa agak bener, setidaknya membenarkan diri… Anak muda, baca: mahasiswa sekarang banyak yang non-sense. Masa BBM ndak boleh dinaikkan, padahal harga minyak dunia sudah sekian kian.
Pasti alasannya begini:
kaji ulang dong kontrak minyak kita, kita punya cadangan minyak yang justru bisa dijual sewaktu harga minyak naik begini…
nah, masalahnya, bukan itu, tapi seberapa bisa hematkah kita? apakah ndak ingat waktu kalian nonton bola, konvoi keliling kota, atau malas pakai sepeda, gengsi jalan kaki walaupun tujuannya terjangkau, ndak mau naik bis dengan berbagai alasan… bahkan sering motor-motoran ndak jelas malem-malem!
Ini cuma opini saya lho ya… No offense…
sejahterakan petani! turunkan harga beras dan bahan pokok!
- keduanya pernah saya dengar dalam satu orasi, satu demo mahasiswa…
kenapa ndak demo begini saja: pemerintah, beri kami subsidi lagi, lagi, dan lagi…

nah betul itu, seberapa hemat kah kita, yang seharusnya lebih dikaji. kalo minyak tanah mahal, pake briket. premium mahal, pake speda. seperti kata Gus Pur “gitu aja kok repot”
keep blogging kang sas, jgn cuma jadi silent mayority. btw link dotcom ku dah ga saya perpanjang. Jadi url-nya pake yg afitpunya.wordpress.com ajah
jgn lupa liat blogku yang ‘agak’ serius
di blogdetik (blogmenit.blogdetik.com)