Tak Selamanya Old School Itu Njelek

Pernah tahu ampli tabung? Atau hi-fi yang hi-end pula… Kebanyakan pakai sistem tabung, bukan transistor. Harganya? Ngejek poll! Jauh lebih mahall dari sistem audio yang paling hi-tech, dengan berbagai fasilitas dan efek-efek ndak jelas itu. Bahkan harus belajar dulu buat ngoperasikannya. Heheheh.

Orang yang -maaf- ndak paham dan belum mendengarkan hasil dari ampli tabung itu mungkin berkomentar… Wah mabuk nih yang jual. masa pemutar cd, ampli dan dua sepiker malah jauh lebih mahal dari yang sembilan sepiker, bisa em pe tiga, dipidi, banyak efeknya, surround pula…

No komen lah… Heheheh. Tapi yang jelas, wagu dan oldschool itu belum tentu njelekh. Barang lama belum tentu kalah dengan barang baru… Hi-tech itu belum tentu juga cocok buat beberapa orang.

Kolam ndak cocok buat bandeng toh? Tambak juga ndak cocok buat ikan nila. nDhere’s imposibel one thing can fit all…

About Hamid

Job seeker by the day. Superhero by the Night.
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Tak Selamanya Old School Itu Njelek

  1. pnsedan says:

    “….Tapi yang jelas, wagu dan oldschool itu belum tentu njelekh. Barang lama belum tentu kalah dengan barang baru… Hi-tech itu belum tentu juga cocok buat beberapa orang….”
    yap benar saudaraku, seperti temenku yang selalu tampil old school klo lagi kopdar ma temen2 chat…
    celana katun+kemeja pendek dengan senyum khas pepsodentnya…cling..cling..preeet…hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>