Salah Ya?

Thread ini saya jawab dengan

salam, setahu saya, antivirus di linux bisa juga menghilangkan virus windows, terutama di produk yang ada versi windows nya, –seperti avast, avira atau clamav– karena menggunakan signature/database virus yang sama. cmiiw. soal game saya kurang tahu, jarang main game :D

dengan suksesnya direply:

From: id-ubuntu+owner@googlegroups.com
To: bocahmiring
Date: 9:39 pm
Subj: Re: Re: [id-ubuntu] Tanya Virus (Posting denied)
Pesan Anda ke grup id-ubuntu telah ditolak.

Eng… Salah ya?

Posted in My Life, Unix/Linux | Tagged , | 4 Comments

Maling

Hari ini, di depan rumah saya ada maling ketangkep.

Sang maling yang bahkan belum sempet menyentuh barang yang mau dia colong itu pun langsung dikejar pemuda. Gak sampai 50 meter sudah ketangkep karena kebetulan ada warga yang lagi keluar rumah dan menjegal sang maling. Sang maling pun roboh…

Dan dihajar masa…

Ampun paaak, anak kula sekawan paaaak…

Ampun pak, anak saya empat pak. Begitulah kira kira teriak sang maling memohon ampun. Dan saya pun hanya bisa mengelus dada dan bilang, mbok mpun mas, alias mbok sudah mas…

Akhirnya emosi pemuda pun mereda, dan saya pulang. Ealah, setelah saya pulang kok digebuki lagi. Dan kali ini, sama… Eng… Pengurus kampung. Meskipun gak segahar para pemuda, tapi ya…

Bagaimanapun, maling juga manusia, yang punya keluarga. Yang setia menunggu apa yang dia bawa, untuk dimakan bersama. Dan kadang tanpa tahu kalau dia durjana.

Sang maling pun mungkin tidak pernah mau menjadi maling. Tapi mesti melakukannya demi perut anak-anak yang harus menggiling.

Anarki, kapan kau pergi?

Posted in Stories | Tagged | 3 Comments

Someone Must Do The Dirtywork

Wah, #keminggris nih judulnya. Tapi entah bener entah enggak thu inggrisnya. Ehehehe. Yap, kali ini saya pengen ngomongin soal pekerjaan “kotor”.

Tahu sampah kan? Bayangkan kalau seandainya gak ada tukang sampah, apa ndak beribet thu. Sampah menggunung dimana-mana. Menimbulkan bau yang gak karu-karuan, dan tentunya gak enak dipandang mata.

Itu baru sampah beneran. Bagaimana dengan “sampah” masyarakat? Tentunya jauh lebih merepotkan. Menimbulkan dampak yang saya kira jauh lebih buruk dari sampah biasa.

Tapi seperti juga sampah biasa, mereka sebenarnya sangat potensial kalau kita mau dan sedikit tahu cara mengolah yang tepat. Masalahnya, banyak dari kita yang justru menutup mata, tidak mau tahu atau takut, bahkan saat di dekat mereka. Banyak juga yang berpegangan pada prinsip kuno, kamu adalah apa yang didekatmu. Kamu berteman dengan saudagar minyak wangi, maka wangilah kamu. Kamu berada dekat sampah, maka busuklah kamu.

Someone must do the dirty works right? So will you have enough gutt to do that?

Well, I do that dirty work. Wanna join? Atau bahkan mau memulai sendiri?

Posted in Opini, Stories | Tagged , | Leave a comment

“Hidupku slalu bermasalah, susah, berbahaya, tapi bisa tertawa, Alhamdulillah”

Ilham Aji Prasetyo

Posted on by Hamid | Leave a comment

WTF Telkomsel!

PESTA BOLA Pada 5 Juli 2010 Anda OTOMATIS menerima NSP Ayo Semangat-The Changcuters.GRATIS 7hr lalu Rp3rb/2mggu lalu Rp3rb/mggu.Utk menolak,ketik NO sms ke 1212

Pernahkah sampeyan nerima promosi yang maksa kayak tadi? Saya dapet promosi yang enggak banget itu malam Minggu, tanggal 3 Juli 2010 sekitar jam 18.00. Gak enak banget, dimana-mana yang namanya promo nanyanya kesediaan ikut atau bergabung, bukan dipaksa bergabung, dan kita harus menyatakan penolakan!

WTF! Kurang duit apa Telkomsel? Katanya operator terbesar? Cih!

Posted in Mobile, Rusuh!, Stories | Tagged , , , | 5 Comments

Some DDOS Quickfix

Dalam mengadmini server, sering kita menemui hal-hal yang lucu. Mulai dari port scanning, bruteforce password, vulnerabilities test, sampai pada perbuatan paling keji dan munkar. DoS/DDoS. :mrgreen:

Khusus yang terakhir ini, memang sangat merepotkan, bisa bikin tagihan bandwidth menggila, menyebabkan sistem jadi tidak stabil, sampek kemungkinan kerusakan hardware.

Sebenere, ada cara yang cukup sederhana buat mengatasi DDoS ini, dengan catatan, DDoS nya nggak akut, dan kita punya akses ke root.

Pertama, kita lihat ip berapa saja yang terkoneksi ke mesin kita, dan berapa jumlah requestnya. Hal ini bisa dilakukan dengan perintah:

netstat -na |grep ":80" |awk '{print$5}' |cut -d: -f1 |sort | uniq -c | sort -nk 1

Nanti akan muncul kurang lebih dengan format

[jumlah request] [nomor ip]
[jumlah request] [nomor ip]
[jumlah request] [nomor ip]

Urut dari request paling sedikit, terus kebawah dengan jumlah request paling banyak. Dalam kasus ini, request ke port 80. Untuk memeriksa port lain, cukup ganti :80 dengan port yang kita mau. Request yang cukup banyak dalam satu ip, katakanlah lebih dari 30, sangat layak dicurigai sebagai pelaku DoS. Dengan pertimbangan, bukan ip isp. (bisa dikonfirmasi dengan whois)

Setelah diketahui ip mana yang layak dicurigai, kita bisa tambahkan ke konfigurasi iptables agar men-drop request dari ip yang kita curigai. Perintahnya kurang lebih:

iptables -I INPUT -s 67.228.166.103 -j DROP

Contoh perintah tadi men-drop semua koneksi dari ip 67.228.166.103, sehingga ip tersebut tidak bisa terkoneksi lagi dengan server kita. Lakukan perintah itu pada semua ip yang dicurigai sebagai pelaku DoS.

Dan hasilnya, server kembali enteng karena biang keroknya sudah diatasi.

Eh iya, ada baiknya dicatat ip berapa saja yang kita drop agar besok-besok mudah membuka blokadenya. Kita gak mau salah sasaran atau terlalu kejam dengan memblok satu ip seumur umur karena pernah ngusili kita. Lagipula belum tentu juga empunya ip pelakunya. Bisa juga mereka cuma korban.

Nah buat membuka blokade, bisa dengan perintah seperti ini:

iptables -D INPUT -s 67.228.166.103 -j DROP

yang akan membebaskan ip 67.228.166.103 dari blokade.

ps.
Buat yang sudah tahu, dilarang ngejek, ini sekalian buat catetan saya sendiri biar ndak lupa.

Posted in Unix/Linux | Tagged , , , | 15 Comments

Kartu Mikro Kredit

Sebelume, saya bilang dulu, kalau judul itu tidak tepat, tapi hanya untuk menggampangkan saja. Yang saya maksud di judul itu adalah kartu kridit dengan limit keciiil, dengan i banyak :D

Oke, soal kartu mikro kridit ini, pernahkah sampeyan pengen membeli buku, software atau layanan-layanan yang ada di web yang (sebenernya) gak terlalu mahal, tapi repot bayarnya. Yang paypal lah, kartu kridit lah, dan sialnya, sering menolak kartu debet, apalagi transfer bank, karena biaya transfer antar bank yang gak sepadan dengan harga yang dibeli.

Pengurusan kartu kredit umum sendiri agak ribet. Mesti pakek siup, npwp buat non pekerja seperti saya, sedang bagi orang orang yang bekerja, memang gak seribet saya yang bukan pekerja. Nah buat mahasiswa? Tambah rumit lagi masalahnya :mrgreen:

BCA mungkin sudah mulai menawarkan Secure Card, kartu kridit yang langsung di approve dengan meninggalkan sejumlah jaminan, tapi tidak bisa dibilang murah juga. 3 juta rupiah mungkin gak begitu terjangkau bagi kebanyakan kita. termasuk saya. apalagi barang yang mau dibeli online kebanyakan gak lebih dari 50 dolar. Overkill!

Sebenere, menurut saya, kalau pihak bank jeli dengan keadaan ini, dengan meluncurkan kartu kredit sistem jaminan seperti itu dengan limit keciiil, 1 juta misalnya, saya yakin pasare besar, dan banyak peminate, mengingat kebutuhan belanja online makin hari makin gede. Terutama bagi yang masih muda (dan belum cukup bankable) seperti saya :lol: .

Last but not least, IMO pasar ini mungkin belanjanya tidak sebanyak orang-orang tua mapan yang selama ini jadi sasaran pasar kartu kridit itu, tapi yang jelas, akan sama basahnya. Bener gak?

Posted in Opini, Stories | 3 Comments

How To Kill Process From Specified User

Sometimes, we need to kill all process made by specified user in our server (e.g. too much process from nobody), here’s quick trick to do it:

kill `ps -u [username] -o "pid="`

P. S. You can use kill -9 instead of kill if you want, but I think it just too mean :mrgreen:

Posted in Unix/Linux | Tagged , | 6 Comments

Naek Gaji, Yay! Eh, Enggak Ding

Beberapa hari yang lalu, Mas Yan bilang pada saya, kalau mulai bulan depan, ndak perlu masuk serajin bulan-bulan sebelumnya. Dengan gaji, ehm ehm… Tetap! hahahaha…

Jadi kalau dibilang naek gaji bisa juga sih ya, soalnya kerjaan tambah enteng, dan gaji tetap. :mrgreen: . Jadi, mulai bulan depan seminggu cukup masuk 4 jam saja, jam kerja bebas, yang penting setoran 4 jam seminggu terpenuhi.

Mungkin ini salah satu enaknya kerja di bidang IT atau TI. Kalau semuanya sudah terpasang dengan baik, tinggal dilupakan saja. Istilahnya orang Inggris, set it and forget it. Semuanya sudah jalan dengan otomatis, hampir tidak dibutuhkan campur tangan kita sebagai ngadimin lagi.

Dalam hati saya: enak juga ya kerja IT IT an ini :mrgreen:
 

Posted in My Life, Stories | 5 Comments

DHCP Fixed Address

Pemberian alamat IP dalam jaringan dengan DHCP memang sangat memudahkan bila dibandingkan dengan pengesetan satu persatu mesin menggunakan IP statis. Terutama bila jumlah mesin yang harus di koneksikan dalam jaringan terbilang cukup banyak. Bisa puluhan, atau bahkan mungkin ratusan. Bayangpun kalau sang admin harus mendatangi satu persatu mesin dan mengesetnya. Bisa gempor :mrgreen: Belum lagi jika ada trouble, tentunya sangat merepotkan sekali.

Tapi, tidak jarang orang masih ragu untuk mengimplementasikan DHCP ini dengan alasan repot, karena alamat IP berubah-rubah, padahal pada beberapa kasus pemberian alamat IP tetap (statis) adalah pilihan yang lebih memudahkan. Misal: untuk keperluan remote admin, atau untuk pemberian alamat ke printer atau scanner network, dimana beberapa driver masih rewel dengan IP dinamis

Untuk server NIX, dengan sedikit utak-atik /etc/dhcpd.conf hal itu bisa diatasi, dengan menambahkan baris-baris yang kurang lebih seperti berikut Continue reading

Posted in Unix/Linux | Tagged , | 9 Comments