Sekedar Mengingatkan
"A person with ubuntu is open and available to others, affirming of others, does not feel threatened that others are able and good, for he or she has a proper self-assurance that comes from knowing that he or she belongs in a greater whole and is diminished when others are humiliated or diminished, when others are tortured or oppressed."
– Archbishop Desmond Tutu
Sekedar mengingatkan temen-temen pemakai Distro yang satu itu. Terutama yang… Yah… gitu deh
Pakek distro itu bukan untuk keren-kerenan kawan! Dengan menginstall dan memakai distro itu di komputer sampeyan, tidak secara otomatis sampeyan jadi geeky cool. Apalagi kalau menyimpang jauh dari filosofinya. Tau lah apa yang saya maksud.
BTW ni, pada tahu khan siapa itu Desmond Tutu
Me And Some Paperworks. Doh!
Belum berapa lama ini saya dikenalkan sama Andro dengan salah seorang teman baiknya seorang IT manager. Entah kesialan apa yang menimpa Bu Manajer itu sehingga bisa sampai kenal sama Si Andro. Out of luck for sure
Nah, singkat cerita Si Andro ini bilang kalau Ibu Menejer itu butuh orang IT untuk ditempatkan di Solo pertengahan tahun ini. Jadilah saya menemui si Ibu manajer malang (karena kenal Andro itu). Beberapa lama chit-chat geje, akhirnya dia bilang ya udah, kasih aja CV mu sama aku.
What? CV? Errr… That’s a nightmare for me. I don’t do paperworks for years
. Tapi Andro bilang, please gimme your best. Do that for me. oqelahkalaubeqgitu™ dan saya pun akhirnya membuat itu CV.
Sebelum dikirim, Andro meminta kopi draf nya ke saya. Dan seperti yang saya duga, Si Andro pun ngakak sejadi-jadinya setelah membaca CV yang saya buat. Disertai dengan komentar: Ini CV apa pendahuluan tesis? Dan saya pun garuk-garuk kepala. Err… Salah ya?
Si Andro yang sungguh kurang kerjaan itu memberikan beberapa contoh CV kepada saya. Dan saya makin blank! Akhirnya, saya putuskan akan mengirimnya seperti itu saja. Soal terlihat lucu belakangan. Yang penting saya sudah do my best buat nggak ngecewain orang yang sudah punya niat baik menambah pendapatan saya yang cuma lima koma ini. –lima koma, bukan lima juta ples ples, tapi tanggal lima sudah koma
Buat Bu Menejer, sial amat hidup ente? Sudahnya kenal Andro, Kenal saya pula.
Thanks (Lagi) Mas Adhit
Hehee… Dapet kiriman CD dari Mas Adhit ni ceritanya
No no no no. I wont make you envy. Ini juga dapet kiriman karena status saya yang fakir bandwidth sejak K800 yang sekaligus modem saya meninggal dengan santainya, jadi keadaan saya ndak memungkinkan buat download lagu-lagu nya.
Di album kedua ini, lagu-lagunya lebih sareh. Less anger, kira-kira gitu lah menurut saya. Apa mungkin faktor usia juga Mas?
Track favorit saya mungkin After The Rain, The Stalker sama Bandaged. Not sure, perlu banyak dengarken lagi keliatane.
Nah, buat sampeyan-sampeyan yang mau download, silahkan saja langsung ke blog nya Mas Adhit di http://adhitiasofyan.wordpress.com . Dan dengar-dengar dari saudara beliau, selain bisa di download gratis di blognya, dalam waktu dekat ini akan dirilis juga CD dengan lagu-lagu yang sudah “distudiokan”
Well, thanks dan congrats yo Mas!
Soal Xcode Dan Penutupan Komen
Hi Pren
Beberapa waktu yang lalu, saya dan xcode alias Yogyafree mengalami sedikit misconceive (halah apa kuwi). Wis pokoke rame lah…
Belum lama ini Mas Dapit, menemukan saya dengan Sdr. Founder xcode. Tapi tampaknya belum ada titik kesepakatan antara saya dan saudara beliau soal bagaimana mestinya saya, dan forum xcode alias yogyafree menyikapi perbedaannya.
Lalu kami bersepakat untuk jalan sendiri. Saya, demikian juga Xcode beserta foundernya. Soal bagaimana keadaan nya, kami tidak bisa memaksakan persepsi, baik itu saya kepada teman-teman saya, maupun Pak Kur dengan anggota-anggotanya. Kami bersepakat untuk biarlah orang mengambil asumsi atu persepsi masing masing. Namun untuk tidak menambah flamming, kami berdua bersepakat untuk membatasi komentar. Saya dengan menutup komen di tulisan saya, dan Pak Kur juga me-lock thread nya di forum xcode.
Well, life goes on. Demi menghindari konflik kepentingan, selama xcode berada di server milik Mas Dapit yang kebetulan saya ikut memaintenis, sementara saya tidak akan memaintenis itu server. Tapi bagi fans-fans saya yang juga memakai space di server Mas Dapit (sungguh halah) jangan khawatir, karena server tetap dijaga oleh Mas Dapit dan beberapa temannya yang pokoke top kolak? Mau bukti? #yudicarder yang kemarin masuk tipi dan badkiddies yang terkenal itu juga ikutan maintenis ini server
Selain itu, sebagai konsekuensi jalan sendiri-sendiri, saya juga akan keluar dari xcode, atau yogyafree dan tidak akan mengutak-ngatiknya, atau teman-teman saya yang ikut bergabung di komunitas itu, ataupun segala sesuatu yang berhubungan dengan komunitas itu.
Buat Pak Kur dan anggota-anggotanya, juga Mas Dapit dan kru kru nya. Good luck ya?
Raja Di Otak Mereka
Bebrapa bulan belakangan, saya terlibat cukup aktif di sebuah komunitas penggemar komputer (kalau gak boleh dibilang sekuriti online) yang berbasis di Jogja. Sebenere, saya bisa dibilang gak ikut dalam komunitas itu. Hanya kebetulan teman saya banyak yang terlibat cukup aktif disitu. Komunitas tersebut mempunyai nama yang cukup besar di dunia perkomputeran Indonesia. Dengan beberapa kru yang cukup disegani, dan ribuan member yang setia mencari “pencerahan”.
Keaktifan saya disitu beberapa bulan belakangan ini sebenarnya lebih kepada prihatin daripada kepentingan yang lain. Mulai dari downtime nya situs mereka, lubang disana-sini, belum lagi banyak masalah offline yang kiranya kurang pantas kalau saya tuliskan disini. Makin memprihatinkan bagi saya, pendiri, kru baik itu admin forum atau yang lainnya, dan beberapa member senior seolah tidak peduli kepada “orang biasa” seperti saya. Mereka sepertinya cuek saja pada orang-orang biasa yang telah membesarkan nama mereka. Toh mereka masih tenar meskipun entah untuk berapa lama lagi.
Kekesalan saya bermula ketika memindahkan beberapa materi mereka dari tempat hosting yang sebelume ke VPS gotong royong saya dan teman teman. Semua backup sudah di restore, kecuali backup database yang terlalu lama (27 Desember 2009). Saya berniat menanyakan apakah ada dari sekian pengurus site itu yang mempunyai backup database lebih baru dari yang saya pegang. Saya hubungi satu-satu orang-orang “penting” di komunitas itu yang sekiranya mempunyai backup itu. Dan responnya diluar dugaan saya: GAK ADA YANG MERESPON. Messenger saya tidak pernah dibalas. Kalaupun dibalas dengan ogah-ogahan mereka menjawab saya. Email? Sampe detik ini saya masih menunggu balasan mereka. Kenapa ya? Apa karena saya gak bisa ngehack? Nggak bisa ndipes? Nggak terkenal?
Demi ribuan member yang menanti kalian. SADAR WOE! Gak kasian apa sama mereka? Atau kalian meski nunggu dulu kepopuleran kalian meredup dan baru menghiraukan orang orang gak penting seperti saya? Demi mendapat kepopuleran lagi…
Bukan gaya saya untuk nyinyir dan mencibir pencapaian seseorang. Tapi ini benar benar di luar common sense! Bangun sebentar kenapa dari mimpi basah kalian menjadi penguasa dengan dianut sekian banyak orang apapun yang terjadi! Berhenti dulu sebentar dari konflik kepentingan kalian sesama elit. Berhenti dulu cari objekan sampingan dari member-member yang mengharap kalian bagi ilmu dan pengalaman kalian. Buat sesaat saja, for your own goodness. Please give us favor. URUSIN TU KOMUNITAS! LUPAKAN EGO KALIAN SEBENTAR SAJA! KOMUNITAS KALIAN SEKARAT SETAN!
Yes, this is a wake up call, dan saya siap dibenci buat tulisan ini. Dan mungkin saya gak bisa dibilang mewakili member-member kalian itu. Just sayin…
Eh iya, btw web kalian jelek amat sih?
Lakukah Idealisme Saya?
Beberapa waktu yang lalu, saya memindahkan blog saya ini dari satu perusahaan hosting yang selama ini saya anggap cukup baik, ke sebuah perusahaan hosting yang lain, karena satu dan lain hal.
Dalam perpindahan itu saya banyak melakukan pencarian. Dan akhirnya menemukan sebuah perusahaan hosting yang mempunyai service level agreement yang luar biasa. Sesuai dengan yang saya mau. Sesuai idealisme saya bagaimana seharusnya perusahaan hosting itu. Mereka bahkan bakal mengembalikan sebagian biaya hosting saya ketika server mereka down lebih lama dari seharusnya. Lebih dari setengah jam untuk kegagalan non hardware, dan dua jam untuk kegagalan hardware.
Orang jawa bilang, ana rega ana rupa. Ada harga ada bentuk, kurang lebih nya begitu. Perusahaan itu tidak menyediakan paket “murah”. Di perusahaan itu bahkan tidak menyediakan shared host, atau reseller host. Hanya VPS dan dedicated server. Selain saya rasa berat, saya juga merasa kalau cuma buat saya sendiri tentunya akan mubadzir. Jadilah saya meyakinkan, kalau gak boleh dibilang memaksakan kehendak
ke beberapa orang untuk bareng bareng saya pindah host. Orang-orang sial yang saya paksa itu adalah Bernad, Andro, dan Mas Dapit juragan domain kita. Dengan setengah sungkan mereka meng iyakan ajakan saya. Jadilah kami ngekoskan situs kami disitu.
Setelah beberapa lama kami memakai, ternyata masih sisa banyak banget sisa resourcesnya — sayang sekali kalau tidak digunakan– . Maka kami memutuskan untuk membagi resources sisa tersebut. Menjual kembali lebih tepatnya, karena diantara kami, tidak ada yang dalam kondisi berlebih, jadi istilahnya kurang rela kalau membagi-bagikannya secara gratis, atau nombok dengan menjualnya secara murah
Saat ini, rencana menjual kembali resources sisa kami masih dalam tahap persiapan. Selain kami tes sendiri, kami juga mengundang beberapa tester seperti Linggar dan Kang Hielmy. Dan sampai saat ini, tanggapan mereka cukup bagus, atas kinerja sang server.
Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah –selain nama hostingnya apa– adalah kira-kira, idealisme yang mesti terbayar agak mahal ini laku? Sekedar sneak peek, kira-kira bakal begini tawarannya:
- 256 MB space
- 5GB bandwidth transfer
- 5 addon / park domain
- 10 MySQL
- cPanel (belum fantastico)
- SSH tersedia via request
- Tidak oversell
- Jaminan uang kembali 5% per jam apabila down lebih dari 2 jam
Bakalan mesti dibayar dengan 15 – 25 ribu sebulan. Sementara beberapa hosting (yang ada diantaranya milik teman sendiri juga) dengan harga yang sama menawarkan 4 X space dan bandwidth lebih banyak, tak ketinggalan fitur yang serba unlimited?
How do you think friends?
Nero Burning ROM 9 Gratis
Pernah tau Nero Burning ROM? Pembakar CD yang legendaris itu. Hampir semua orang yang memakai sistem operasi Windows memakai Nero untuk membakar CD nya.
Nero memang bisa dibilang software pembakar CD terbaik di pasaran. Dan harganya? Jangan tanya. 59.99 Euro Saja. Kalau di Rupiahkan sekitar 825 ribu saja. Bisa beli burner satu lagi tuh kalau beli original
Solusinya? Nyangkul? Bisa jadi sih, tapi buat sampeyan-sampeyan yang ndak mau, atau di lingkungan yang ndak mungkin nyangkul, bisa dicoba Nero Lite dari Nero yang terkenal itu. Gratis tis alias freeware. Kekurangannya? Ya cuma burner saja. Ndak ada recode, cover designer dan temen temene itu. Kalau itu sudah mencukupi, Nero Lite sangat cocok buat sampeyan.
Oh iya, satu lagi. Nero Lite ini tidak boleh dipakai untuk kepentingan komersil. Saya kutip dari situs nya begini:
Nero Free and Trial versions are strictly for personal, non-business use. Nero Technical Support is not available for free products such as the Nero 9 Lite. Under no conditions may this free download be sublicensed, redistributed, sold, or used for commercial purposes without the prior written permission from Nero.
Tertarik? Silahkan langsung saja di download disini
Menyoal RUU TIPITI
Pagi ini, beberapa teman saya diramekan oleh berita yang bisa dibilang agak lama beredar, namun belum juga saya ngeh untuk mmembicarakannya. Berita itu adalah soal RUU TIPITI atau tindak pidana TI (teknologi informasi).
Menurut beberapa “geek” dalam hal sekuriti online yang kebetulan mau jadi teman saya, pasal pasal dalam RUU itu banyak yang ndak masuk akal. Salah satunya adalah ancaman hukuman mati yang ada di Pasal 9.
Pasal 9
Kejahatan terhadap nyawa dan keselamatan negara
Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memanfaatkan Teknologi Informasi dengan maksud untuk menghilangkan nyawa, harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran obyek-obyek vital dan strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas umum atau fasilitas internasional, usaha menggulingkan pemerintahan yang sah, atau membahayakan keamanan negara atau untuk memisahkan sebagian dari wilayah negara atau sebagai bagian dari kegiatan teror kepada orang atau negara lain, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara, paling singkat 10 (sepuluh) tahun dan paling lama 20 (duapuluh) tahun .
Nah lho. Sumir khan? Ada juga di RUU itu bahwa memalsukan IP address atau identitas di dunia maya terancam dengan hukuman dan denda yang ndak kalah fantastisnya. UU ITE? lewaaat!
Terus apa yang bisa kita lakukan sebagai penggiat dunia internet. baik itu blogger, podcaster atau apalah? Ya sementara cuma bisa mengawal bagaamana kelanjutan penggodokan RUU TIPITI ini. Makin beres, atau makin ancurrr
Saya cuma bisa menghimbau, agar kita, para pengguna internet selalu memperhatikan segal hal perkembangan peraturan negara yang berkaitan dengan dunia internet. Sebab kalau bukan kita, siapa lagi?
Sebagai bahan saja, ini saya ada draft RUU TIPITI dan tinjauan akademiknya. Silahkan di download dan dipelajari. Mungkin kita bisa berdiskusi lebih jauh.
Marhaban Ya Natalan
Cari sensasi? Mungkin… Desperate looking for a fame? Gak tau juga. Tapi yang jelas ini tulus.
Yak, saya ucapkan selamat natal buat sodara-sodara sekalian yang merayakan. Semoga makin damai di hati, dan makin damai juga bumi ini.
Sementara banyak umat muslim dan sebagian ulama mengharamkan ucapan ini. Tidak demikian bagi saya. Mungkin penafsiran lakum dinukum waliyadin bagi saya sedikit berbeda dari mereka. Dan atas nama tenggang rasa, saya beranikan berpendapat demikian. Bukankah selain hablum minallah kita juga ada hablum minannaas? Apakah yang beda agama itu bukan naas?
Tentu beda ceritanya kalau saya ikut peribadatannya. Ikut misa natal misalnya. Itu sudah tidak dapat dibenarkan bagi saya. Tapi kalau cuma ngucapken selamat, ikutan hepi-hepi, makan-makan, apa salah?
Soal judul, oh well, saya berpikir kalau asik wae pake judul itu. Ndak lebih
Hidup Tanpa Uang
Bisa ndak kita hidup tanpa uang? Saya sendiri masih sangat meragukannya. Tapi Mark Boyle (30) telah membuktikan bahwa dia bisa hidup tanpa mengeluarkan uang sepeserpun selama setahun.
Mister Boyle ini bukanlah orang nekat. Juga bukan orang yang ndak paham soal ekonomi. Pria kelahiran Irlandia ini adalah seorang sarjana ekonomi.
Untuk hidup tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Mister satu ini mendaur ulang semua yang mungkin. Menanam bahan pangan sendiri di rumahnya. Telpon nya hanya untuk menerima panggilan saja. Semua tenaga listrik yang dia butuhkan, berasal dari tenaga surya. Dia mendapatkan pakaian-pakaian bekas dari kelompok pendaur ulang, dan menggunakan koneksi internet gratis yang tersedia di lingkungan sekitarnya.
Memang, Mister Boyle tidaklah benar-benar hidup tanpa uang. Toh dia juga masih butuh uang untuk beli laptop dan beberapa pembangkit listrik yang ia gunakan. Tapi toh dia sudah setahun hidup tanpa mengeluarkan uang. Mau meniru?
Baca selengkapnya di The Guardian

